yaa.. seperti judulnya.. saya sudah cukup lama tidak mengurusi blog saya ini..
Beberapa menit yang lalu teman saya mengingatkan: “ayo nis,aktif lg dong blognya.” Saat ini saya sedang menunggu kuliah. Saya punya waktu kososng 2 jam. Kebetulan saya juga sedang suntuk. Jadi… mari lihat hasil tulisan saya ketika sedang suntuk.. yuk mariii…
Saya ini ceritanya sebentar lagi mau kape (kerja praktek). Sejak awal saya tau bahwa di tempat saya kuliah itu ada yg namanya kape, saya sudah bertekad bahwasanya saya tidak akan kape di kota asal saya (Krakatau Steel-Cilegon). kenapa?
1. Saya ingin mencoba sesuatu yang baru.
2. Saya ingin apa yang saya kerjakan adalah hasil usaha saya sendiri.
3. Saya ingin belajar bertanggung jawab pada diri sendiri a.k.a lepas dari kontrol orangtua.
Singkat cerita orangtua saya tidak mengijinkan saya kape ditempat yg saya pilih saat ini (IKPT-jakarta). Kenapa?
1. Orangtua saya menganggap perusahaan tempat saya kape bukan perusahaan terkenal.
2. Saya tidak diperbolehkan naik angkutan umum. They say: “Jakarta itu beda nak.”
Ibu saya bilang: “pokoknya mama gak setuju kamu di jakarta!”
Ayah saya bilang: “terserah, kamu udah gede.”
Saya sudah pikir berkali-kali. Sudah juga saya pertimbangkan berkali-kali, sampai masak, mateng, yah apapunlah.. Dan pilihan saya tetap jatuh pada non-cilegon.
Peristiwa ‘pemojokan’ sudah saya alami berkali-kali. Mereka bilang saya anak yang tidak bisa diharapkan. Waktu pertama dengar.. shock juga rasanya. Tapi yaa.. saya coba bertahan sajaa..
Saya sangat mengerti, bahwa apa yang orangtua saya lakukan itu berangkat dari rasa sayang orangtua terhadap anak perempuannya. Tapi dilain pihak saya juga punya keinginan yang ingin saya wujudkan. Rasanya susaaaaahhh sekali membuat mereka mengerti bahwa saya sudah cukup besar untuk hidup mandiri. Setiap kali berbicara dengan orangtua saya, hanya akan berakhir dengan suara tinggi disana-sini. Susaaaaaahhh sekali menyatukan pemikiran antara anak dan orangtua. Keadaannya seperti saya dan orangtua saya punya pola pikir yang berbeda, kami berjalan pada arah yang berbeda namun sama-sama merasa dirinya benar. Jadi yaaa.. gak ketemu-ketemu.
Saya tidak bermaksud melawan orangtua saya, tapi keadannya membuat saya seperti seorang pembangkang. Haaahhhhhh… Sumpah demi apapun saya menghormati dan menyayangi mereka sepenuh hati. tapi… haaahhhh…

Komentar Terakhir